Selasa, 03 Januari 2012

Surat Cinta #1




Assalamualaikum Cinta, semoga surat ini bisa mengikis bongkah rinduku yang telah lama terpendam...

Kusadari,  diriku dulu adalah seorang yang amat bijaksana, dewasa dan kokoh dalam menghadapi masalah, seberat apa pun. Dan kini hingga ku hampir memiliki segala, ya hampir. Kembali, aku sadari  semua, saat berbagai kesempatan begitu saja terlewat didepan mata, aku tak menggebu-gebu seperti dulu lagi. Dan kini kembali, kesempatan-kesempatan itu ramah menyapaku lagi. Tunggu, aku ikut dengan kalian. Janji, aku mau mengikuti semua hingga selesai.
          Tapi tolong, bantu aku menemukan kegilaan seperti dulu lagi, semangat 45 yang tak terbendung, ya, mau kan?

          Hal yang masih ku syukuri adalah Allah telah memberikan keluarga terbaik untukku, yang selalu memberi  dukungan. Teman-teman yang baik,  orang-orang yang kaya akan ilmu dan mimpi-mimpi,  hingga ku terpacu untuk meraih mimpi-mimpiku lagi. Juga kenikmatan sehat, ketentraman hidup dan kebisaan yang Kau berikan. Itu adalah amanah bagiku untuk terus bisa diasah. Janjiku, hingga akhir hayatku akan lahir karya yang menjadi pertanggung jawabanku atas kebisaan yang kau berikan. Asaku, karya itu bisa memberi inspirasi bagi yang membaca, membuat orang-orang menjadi lebih open minded dan tentu saja menjadi motivasi bagi adik-adikku tercinta, dimana pun kalian berada.
          Seuntai  kata yang ku pintal untuk kau yang tercinta. Mengulum senyum di pojok senja, mencoba merangkai kata yang tak terucap. Oh, ku rindu bias wajahmu di siluet mentari yang kan sirna. Meski hanya sebatas khayal yang tercipta, ku ingin dimana pun kau berdiri sekarang, berjanjilah rindu ini tak kan sirna. Oh, rindumu juga. Janji ya? Dan saat kita kan berjumpa pada suatu masa, bawa kenangan kita dan bawa juga karya hidup terindah mu. Kita akan tukaran nanti, J


Teruntuk kalian, my beloved people.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar